Sebagai bagian awal dari rangkaian Gudskul Studi Kolektif, kami para peserta yang mengikuti residensi selama dua bulan di awal program berkesempatan untuk datang mengunjungi beberapa tempat menarik di Jakarta. Pertama yang kami kunjungi dalam dua bulan residensi ini adalah Setali Indonesia.
Setali Indonesia adalah sebuah inisiatif yang bergerak dalam bidang fesyen. Mereka mengumpulkan dan mengolah sampah fesyen menjadi berbagai karya. Tahun ini, Setali Indonesia juga terlibat dalam perhelatan Jakarta Biennale. Mereka menampilkan karya instalasi dari berbagai sampah fesyen yang selama ini mereka kumpulkan. Benang, kain dan tali temali yang ditampilkan membawa narasi lingkungan dan sosial dengan penyajian visual yang menarik.
Selain itu kami juga berkesempatan melihat dan menikmati koleksi musik Subo Family yang menambah wawasan dan pengalaman kami tentang dunia dan sejarah musik di tanah air. Kami tidak sendirian dalam menikmati pengalaman ini, kami ditemani kak Shellda dan beberapa teman dari kolektif di Taiwan bernama Absence Space.
Di sela kegiatan dan obrolan ketika kami berkunjung, Julio (IAM) mengambil kesempatan untuk membuat sketsa spot menarik yang dia temukan di tempat itu.
